Pertanian kakao di Sulawesi Tengah menghadapi banyak tantangan, mulai dari perubahan iklim, kerusakan lingkungan, hingga cara bertani yang tidak berkelanjutan. Akibatnya, banyak petani kecil mengalami penurunan hasil panen dan pendapatan. Pertanian cerdas iklim (climate-smart agriculture) menjadi strategi efektif untuk mengatasi masalah ini—yaitu dengan membantu menjaga kesuburan tanah sekaligus mengendalikan hama akibat perubahan iklim. Namun, banyak petani belum memiliki pelatihan yang cukup dan sulit mendapatkan akses sarana produksi tani yang ramah lingkungan, seperti pupuk organik.
Dengan meningkatnya permintaan kakao berkelanjutan di dunia dan ditetapkannya aturan seperti Regulasi Deforestasi Uni Eropa (EUDR), petani perlu dibekali dengan sarana agar dapat menerapkan praktik pertanian yang ramah lingkungan. Oleh karena itu, proyek ini bertujuan untuk melatih petani kakao kecil di Poso, Sulawesi Tengah, dalam menerapkan pertanian cerdas iklim. Ini untuk membantu meningkatkan hasil panen kakao berkelanjutan yang bermutu tinggi dari daerah ini, sekaligus memperbaiki penghidupan petani dalam jangka panjang. Proyek ini juga akan memperkuat kelompok tani dan koperasi agar lebih baik dalam mengelola sumber daya dan mengakses pasar.

Nama resmi proyek
Percepatan Kakao Berkelanjutan di Sulawesi Tengah
Lokasi
- Lore Utara dan Lore Timur, Poso, Sulawesi Tengah, Indonesia
- Dolo Barat dan Dolo Selatan, Sigi, Sulawesi Tengah, Indonesia
Periode proyek
1 Desember 2024 – 30 November 2026.
Komoditas utama
Kakao
Penyandang dana
Kementerian Federal untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman melalui Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH.
Masalah-masalah prioritas
- Hutan dan keanekaragaman hayati
- Iklim
- Penghidupan masyarakat pedesaan
Komunitas mitra
- 1.000 petani kecil kakao, termasuk perempuan dan pemuda di wilayah Poso
- Kelompok tani dan koperasi untuk memperkuat tata kelola dan akses pasar
Tujuan proyek
- Meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim: Untuk membantu petani kakao di Poso beradaptasi dan siap menghadapi dampak negatif perubahan iklim, sebanyak 1.000 petani kecil didukung untuk menerapkan praktik pertanian cerdas iklim melalui penguatan kapasitas dan pelatihan lapangan bagi petani.
- Meningkatkan hasil panen: Untuk mendukung keberlanjutan jangka panjang sektor kakao di Poso, proyek ini bertujuan membantu petani lokal meningkatkan hasil panen mereka secara selaras dengan alam melalui penerapan model agroforestri.
- Persiapan menuju sertifikasi: Pelatihan lapangan untuk membantu petani memenuhi persyaratan ketat Standar Pertanian Berkelanjutan Rainforest Alliance serta mempersiapkan mereka menghadapi ketentuan Regulasi Deforestasi Uni Eropa (EUDR).
Kesesuaian dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) PBB
Secara keseluruhan, hasil-hasil ini akan berkontribusi pada beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk:
- SDG 1: Tanpa Kemiskinan
- SDG 2: Tanpa Kelaparan
- SDG 5: Kesetaraan Gender
- SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
- SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
- SDG 15: Ekosistem Daratan
- SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan




